kuhirup udara ciptaan mu tuhan, ada kesegaran tersendiri disana, ada semilir angin menerpa tubuhku yang tidak ramping. Ini sudah pagi, terlihat dengan malunya matahari mulai berdiri perlahan-lahan. Masih terlihat purnama disini. kuhampiri batu besar yang masih tampak terbalut embun disana.
Nafas panjang kuhelakan, ku buka beberapa catatan yang kau tulis di kertas ini, catatanmu terlalu indah teman, semakin banyak kubaca semakin sedikit ku mengerti. Oooh bertapa bodohnya aku, kau gunakan bahasa tingkat tinggimu, aku hanya menyerap beberapa catatan cinta disana. Tak ada satu pun kata nya untukku. Karna aku hanyalah kata keberuntungan dan kebetulan untuknya. Aku bukanlah purnama yang kau kagumi, aku tidak secantik purnama yang selalu ingin kau miliki hatinya, aku bukanlah purnama yang salalu menyinari hatinya. Kuhentakan kaki, kutinggalkan batu besar itu bersama catatanmu, kulangkahkan kakiku makin lama tampaknya makin jauh dari sana. Terlintas di pikiranku mungkin kata keberuntungan dan kebetulan akan menjadi awal yang baik'' untukku untuknya ....
20.50 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar